MY UNFORGETABLE EXPERIENCE
Ditulis oleh uni123 di/pada Februari 1, 2008
NERAKA PKL (part 1)
Berikut adalah sebuah pengalaman berharga dimana uni merasa super duper kebingungan. Semua berawal dari keinginan untuk PKL di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang ekspor-impor, maka jatuhlah pilihan uni kepada sebuah perusahaan di jl.Raya Rancaekek km-27. Perusahaan tersebut memang salah satu perusahaan yang ternama diantara PT-PT lain dalam KB(kawasan berikat), sebut saja PT A. PT A terkenal amat sangat displin. Sebelumnya uni juga sudah pernah mengajukan surat PKL di PT A namun karena ketidakjelasan yang uni dapat akhirnya uni menyerah dan berleha-leha di kampus.
Awal pertengahan semester 5 dosen wali uni memperingatkan para mahasiswa yang belum PKL diharapkan awal semester 6 sudah tidak ada yang PKL. Karena terpaksa akhirnya uni mulai mencari tempat PKL lagi dan karena rasa penasaran akan PT A belum terpenuhi akhirnya uni mengajukan surat PKL untuk kedua kalinya. Dengan semangat 45 uni pergi ke front office PT A lalu menyerahkan surat tersebut kepada mbak sekertaris yang jutek dan bertanya “mbak bagaimana saya bisa tahu kalau permohonan saya diterima?” lalu si mbak iyem(samaran) menjawab “setelah 1 minggu kembali ke sini.”
Tanpa terasa satu minggu telah berlalu dan ketika uni ingin pergi ternyata hari-hari berikutnya terpotong liburan yang amat panjang. Liburan pun usai dan uni pun bergegas ke PT A, uni sudah siap kalau pun ia ditolak. Tetapi si mbak iyem berkata “hubungi HRD di ext 104″. Langsung saja uni menghubungi si ibu @#$%&*(ma’af msh nyeri hatee). Berikut percakapannya:
“halo dengan ibu @#$%&* ?”
“ya, ini saya Ra*****ty dari Unpad.”
“ya…mau apa?”
“kemarin saya mengajukan surat PKL bu.”
“kamu mau ngapain disini?”
“mau mempraktekkan commercial English.”
“apa itu?”
“tentang surat menyurat berbahasa inggris khususnya dibidang ekspor-impor.”
“ooo…kamu mau PKL di ekspor impor?”
“bukan bu.”
“lalu yang seperti apa?
“seperti follow up.”
“follow up itu apa?”
langsung saja uni bingung takut si ibu@#$%&* menyangka uni mau di bagian ekpor -impor. Saking pusing dan bingung harus menjelaskan apa lagi akhirnya uni mengiyakan bidang ekspor-impor.
“duh gimana ya kebetulan belum pernah ada yang PKL disitu.”
“kalau bagian lain yang menggunakan bahasa inggris dimana lagi?”
“ya semuanya.”
Uni pun terdiam
“bagaimana kalau besok hubungi saya lagi, saya tanyakan du ke bagian tersebut.”
“baik bu, hari apa jam berapa?”
Hari-hari berikutnya ada teman uni yang ingin ikut dan akhirya dia juga menelepon ibu @#$%&*. jawaban yang didapat pun sama. Berikut percakapannya:
“halo dengan ibu @#$%&* ?”
“ya, ini saya F*** dari Unpad.”
“ya…mau apa?”
“kemarin saya mengajukan surat PKL bu.”
“kamu mau ngapain disini?”
“mau mempraktekkan commercial English.”
“apa itu?”
“tentang surat menyurat berbahasa inggris khususnya dibidang ekspor-impor.”
n bla…bla…bla…bla…
“bu bagaimana kalau kami (f*** dan R***) mencari judul yang tepat untuk PKL lalu kami akan menghubungi ibu lagi
to be continued…………….